Monday, January 5, 2026

Sejak Aku Menikmati Kopi

Sejak aku menikmati kopi, hujan turun terbalik. Ia yang menghapus air-air lainnya, dari selokan, dari bak mandi, dari empang sebelah milik tetangga

Sejak aku menikmati kopi, manis berjarak dengan tepat. Kue-kue tidak lagi memaksa, mengerti akan diabetes karena kenyang tata bahasa


Sejak aku menikmati kopi, tubuh berhenti menjadi tempat kejadian perkara. Darah pensiun lebih awal, dan pisau-pisau kecil dalam kepala kehilangan jadwal kerja


Sejak aku menikmati kopi, kota lahir mengajarkan cara bertahan. Lampu merah tetap menyala meski tak ada yang menyeberang, belajar menunggu


Sejak aku menikmati kopi, luka berubah fungsi. Mendaki-mendaki lagi, menjadi peta, menunjukkan daerah rawan yang tidak perlu lagi dikunjungi


Sejak aku menikmati kopi, pahit duduk di kursi. Ia bertamu, tidak berteriak, tidak mengetuk lebih dulu, hanya menaruh sepatu di depan pintu dan meminta segelas air


Sejak aku menikmati kopi, amigdala berhenti berbohong pada tukak lambung. Ia hanya lelah menerima yang berlebihan, uang-uang, contohnya


Sejak aku menikmati kopi, percobaan itu tidak lagi tampak seperti jalan keluar. 


2026

No comments:

Post a Comment