Piala tidak mau diam, ia menggelinding sendiri, ring yang pura-pura tuli di kolong tol; timnas atletik berlari di dalam sepatu kata, bobot kemenangan ditimbang emisi, jatuh jadi abu. Datacenter batuk, memutar duet Raisa–Ayu Tingting sampai telepon merasa punya tenggorokan, ia menghubungi malam hingga lupa pulang.
Di Sumatera, banjir menggulung selimut, air menggunting daratan jadi kaca-kaca; nelayan berdiskusi dengan PLTU yang mengirim tongkang-tongkang batubara sebagai jawaban.
Desa Fatufia gatal-gatal, menajam, berubah jarum, lobby-lobby menusuk peta, sementara terumbu karang di Kupang belajar bernapas dari sisa cahaya. Berita kini memegang senjata sendiri—lima petani jatuh, ke kata-kata; ring menutup, gunting tertawa pelan, dan malam terus berjalan, membawa tanya yang berdering tanpa siapapun ada di seberangnya.
2025
No comments:
Post a Comment