Sunday, June 9, 2013

Dear God, Please give me the strength and faith to help me get through each and everyday for it is a challenge. My heart is heavy and my soul aches. Give me the courage to go on and fight to make me well again. Amin.

know not everything I wished and hoped for will come true. Please give me strength to let go and entrust everything to You. I understand You won’t allow me to be in pain for the sake of hurting but for the sake of learning. You know me more than I know myself that even when I feel alone and unloved, there is still someone who knows all my flaws yet loves me unconditionally like no other human can.
aku hanya ingin berdoa
semoga senja yang selalu kubagi dua
tidak sia-sia

“Terima kasih, telah kausangatkan perihku.”

Hole

merinding tidakbisatidur sakit tidakbisamenangis airmatakering kedinginan hampirpagihari jamempatsubuh luarrumah berjalankaki masalalu kejam jahat kalah egois jiwa setia berhenti takut lubangbesar lumpuh hilang akal cemburu dendam emosi jilbab masak duatahun gendut pecah duaribusepuluh kenangan darah akhir bohong bohong bohong bohong bohong

tidakadakata
tidakberkalimat

ulang ulang ulang ulang ulang ulang ulang ulang ulang

Matahari terbit dan hari segera memagi. mataku belum juga senja.

semoga makin nikmat perihku.



05.38 A.M

Friday, June 7, 2013

Khusyuk aku membaca pembuluh di balik rambut-rambut kakimu
Di dalamnya ada sungai darah panjang
Yang selalu kering
Karena kau tak juga segera bertemu aku

di bawah pohon mangga

di bawah pohon mangga
aku tak banyak meminta
semoga kau cepat datang, bawa cita-cita dan bawa anak kita
yang lahir dari jari-jari perdu
yang selamanya akan tetap begitu

Anak Bumi

ayahku langit, ibuku sungai
aku dilahirkan dari rahim wewangian hutan kayu, tangis serak serai ombak laut dan tawa nyala matahari

ayahku langit, ibuku sungai
aku dilahirkan dari tungku berani, tangkup angkuh dan gelas marah

ayahku langit, ibuku sungai
aku dilahirkan dari kerlip malam, jentik hujan dan beranda waktu

hingga sampai tangan mungilku keluar
aku ; dari semak-semak bumi yang makin renta


Balada Kuda

kakimu dampal kuda, nampak lelah seharian dipaksa bekerja
kakimu dampal kuda, ada bekas tanah basah bukit senja
kakimu dampal kuda, keletak-keletuk 
besi tebal tua karat dimanamana
kakimu dampal kuda, kau berair liur, menetes nanah
kakimu dampal kuda, tidakkah tuanmu merasa kau lelah?